Bisnis AMDK Galon Rugikan Konsumen, Pakar Ingatkan Hal Ini !

- Rabu, 23 November 2022 | 16:02 WIB
Potensi Rugikan Konsumen, Pakar : sudah waktunya ditata ulang ! (Ilustrasi/Dok.PNG.com) (Arif Budiman)
Potensi Rugikan Konsumen, Pakar : sudah waktunya ditata ulang ! (Ilustrasi/Dok.PNG.com) (Arif Budiman)

MojokertoNetwork.Com - Pakar Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Tjahjanto Budisatrio mengungkapkan bahwa pasar air minum dalam kemasan (AMDK) galon polikarbonat (PC) sudah waktunya ditata ulang.

Bukan tanpa sebab, Budisatrio menyebut bahwa sistem yang dibangun saat ini lebih banyak merugikan konsumen. Jutaan galon dibeli putus, tak ada jaminan bisa ditukar baru atau diuangkan kembali.

"Bisnis AMDK galon di Indonesia sangat tidak sehat dan merugikan kosumen," kata Tjahjanto Budisatrio di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, produsen ADMK sengaja membuat ketergantungan untuk mengikat konsumen, ini justru membuat pengusaha tidak akan rugi. Pasalnya, Konsumen yang sudah beli galon bekas pakai bakal terikat dan bergantung karena galon yang sudah dibeli tidak dapat ditukar dengan galon jenis atau merek lain.

Baca Juga: 4 Makanan Hangat Ini Cocok Disantap Kala Musim Hujan

"Faktanya, uang yang sudah tertanam tersebut sudah menjadi keuntungan tersendiri bagi produsen. Konsumen sudah bayar di muka, kenyataannya yang didapatkan bukan galon baru, tetapi galon lama,” tuturnya.

Dia menjelasakan, konsumen tak pernah diberitahu, bahwa harga pembelian galon dipatok dengan harga rata-rata Rp. 55.000/galon, itu ibarat kontrak jangka panjang. konsumen diikat agar terpaksa beli produk satu merek, dan untuk pembelian selanjutnya mengeluarkan biaya antara RP. 18.000-22.000/galon.

Tambahan keuntungan yang didapatkan produsen AMDK galon juga bida didapat dari sisi lain, lanjutnya boleh jadi konsumen mendapatkan galon baru pada pembelian perdana, tapi begitu nantinya ditukar dengan galon yang sudah diisi kembali, justru mendapatkan galon yang diproduksi bertahun-tahun lalu.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2022: Kalahkan Argentina, Fans Arab Saudi Selebrasi Ala CR7

Sebelumnya, Budisatrio juga mengungkap dari sisi kompetisi bisnis, persaingan usaha yang ada menjadi kurang sehat karena ada barries to entry ke dalam pasar.

Halaman:

Editor: Arif Budiman

Sumber: Beragam Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X